Minggu, 05 Februari 2012

Cara Budidaya Cacing Tanah

 A. SEJARAH SINGKAT

Cacing tanah termasuk peringkat rendah
dari hewan kerana tidak memiliki tulang belakang (invertebrata). Termasuk cacing tanah kelas Oligochaeta. Keluarga yang paling penting dari kelas ini dan Lumbricidae cacing tanah Megascilicidae hewan tidak asing bagi masyarakat kita, terutama untuk orangyang bergelut dibidang pertanian dan peternakan. Tapi hewan ini memiliki potensi luar biasa bagi kehidupan manusia dan kesejahteraan.

B. PUSAT

Sentra cacing penternakan terbesar yang ditemukan di Bandung, Jawa Barat terutama Sumedang dan sekitarnya.

C. JENIS

Jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari keluarga Lumbricidae Megascolicidae dan Lumbricus genus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus. Beberapa spesies cacing tanah yang sekarang sedang dibudidayakan meliputi: Pheretima, Periony dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah seperti bahan organik berasal dari kotoran hewan dan tumbuhan. Lumbricus cacing tanah spesies memiliki bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan terletak pada segmen 27-32 klitelum. Biasanya ini jenis kompetisi dari spesies lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya harus sesuai atau melebihi jenis lain. Cacing tanah Pheretima spesies mencapai 95-150 segmen segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk silinder panjang dan Gilik merah keunguan. Termasuk cacing tanah Pheretima spesies termasuk cacing merah, cacing dan cacing kalung Koot. Cacing tanah spesies Perionyx ungu gelap berbentuk Gilik menjadi merah-coklat dengan sejumlah segmen 75-165 dan Klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Cacing ini biasanya sedikit manja, sehingga pemeliharaan diperlukan perhatian yang lebih serius. Spesies cacing Lumbricus Rubellus memiliki keunggulan lebih dibanding kedua jenis di atas, kerana tinggi produktiviti (kenaikan berat badan, menghabiskan telur / ayam dan cacing pengeluaran mantan "kascing") dan tidak banyak bergerak

D. MANFAAT

Di bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Sebagai hasil dari lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Cacing tanah Kewujudan akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Selain itu, cacing tanah dapat digunakan sebagai:

   1. Pakan Bahan
      Berkat mengandung protein, lemak dan mineral tinggi, cacing tanah dapat digunakan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.
   2. Bahan baku untuk obat dan bahan penyembuhan penyakit.
      Cacing tanah secara tradisional diyakini mengurangi demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronkitis, rematik, sakit gigi, dan tifus.
   3. Kosmetik Bahan Baku
      Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan lipstik pembuatan bahan baku.
   4. Manusia makanan
      Cacing merupakan sumber protein yang potensial untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti sapi atau ayam.

E. SYARAT
BUDIDAYA

   
1. Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah besar.
   2. Bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun jatuh), kotoran hewan atau tanaman mati dan haiwan. Cacing tanah seperti bahan yang mudah membusuk kerana lebih mudah dicerna oleh tubuh.
   3. Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau sekitar 6-7,2 ph. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk membuat dekomposisi atau fermentasi.
   4. Kelembaban optimum untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30%.
   5. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15-25 darjah C atau suam-suam kuku. Masih bagus selama lebih tinggi dari 25 C darjah suhu ada cukup teduh dan kelembaban optimal.
   6. Pemeliharaan lokasi budidaya cacing tanah untuk kontrol mudah dan pengawasan dan tidak terkena sinar matahari langsung, seperti di bawah rendang utama, di tepi rumah khas atau di booth (abadi) atapnya terbuat dari bahan yang tidak lulus cahaya dan tidak menyimpan panas.

F. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA UNTUK

   
1. Persiapan dan Peralatan
      Pembuatan kandang harus menggunakan bahan yang murah dan mudah ditemukan seperti alang-alang, rumbia, papan bekas, serat dan genteng tanah liat. Salah satu contoh dari sebuah rumah kekal untuk skala penternakan besar adalah 1,5 x 18 m dengan tinggi 0,45 m. Di dalam rak dibuat bertingkat sebagai jejak organisasi. Bangunan ini juga menjadi rumah tanpa dinding (bangunan terbuka). Tanam model sistem, di antara rak berbaki lain, tempat tumpukan, pancing bertingkat atau pancing up ..
   2. Pembibitan
      Persiapan yang diperlukan dalam budidaya cacing tanah adalah mengumpulkan media tumbuh, menyediakan bibit, worm dan menyiapkan kandang kandang pelindung.
         
1. Pemilihan Calon Guru Benih
            Sebaiknya dalam pengembangbiakan cacing tanah komersial menggunakan kerana benih yang ada dibutuhkan dalam jumlah besar. Tapi ketika akan mulai dengan skala kecil juga dapat digunakan bibit cacing tanah dari alam liar, yaitu dari tumpukan busuk sampah dari tempat pembuangan sampah atau haiwan limbah.
         2. Calon Induk perawatan bibit tanaman
            Pemeliharaan dapat dibahagikan kepada sejumlah cara:
               
1. pemeliharaan cacing tanah sebagai tempat yang layak banyak digunakan. Cacing tanah dapat dipilih atau dewasa muda. Jika sarang setinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m dan lebar sekitar 1 m, dapat menampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.
               2. pelaksanaan dimulai dengan jumlah kecil. Jika nomor telah meningkat, cacing tanah sebahagian pindah ke tab lain.
               3. implementasi dari kombinasi cara a dan b.
               4. mengorganisir kepompong khusus sampai anak, sebagai orang dewasa di pindah ke tab lain.
               5. Khusus perawatan untuk pembibitan cacing dewasa.
         3.
Strategi Memperbanyak
            Jika organisasi media siap dan cacing tanah
anakan sudah ada, maka pemindahan dapat dilakukan dalam wadah yang telah disediakan. Cacing tanah bibit dimasukkan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah ditempatkan pada media, dan diamati. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yang berkeliaran di media atau ada cacing yang meninggalkan media (yang pertama). Jika periode tidak ada jam 12 bererti tidak ada yang meninggalkan tempat,berarti media bagus. Sebaliknya, jika media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus diganti dengan yang baru. Mengembalikan Kendali dapat dilakukan dengan pembilasan dengan air, lalu diperas untuk air terlihat jernih berwarna (tidak hitam atau cokelat gelap).
         4.
Perkawinan
            Termasuk cacing tanah haiwan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun, untuk senyawa, tidak bisa dilakukannya sendiri. Sepasang Perkahwinan cacing tanah, masing-masing akan menghasilkan kokon yang berisi telur. Cocoon berbentuk oval dan ukuran sekitar 1/3 dari kepala pertandingan. Kepompong ini ditempatkan di tempat yang lembab. Dalam kepompong akan menetas 14-21 hari. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 hewan. Dianggarkan 100 cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing selama tahun pertama. Cacing tanah mulai dewasa setelah 2-3 bulan usia ditandai oleh band (klitelum) pada bagian depan tubuh. Selama 7-10 hari setelah cacing dewasa perkahwinan akan menghasilkan kepompong.
   3. Pemeliharaan
         A. Penyediaan Pakan
            Cacing tanah diberi makan sekali sehari dan malam sebanyak berat cacing tanah dewasa. Jika ditanam 1 Kg, maka makanan juga harus diberikan 1 Kg. Dalam am makan cacing tanah adalah haiwan dari semua kotoran, kotoran tetapi hanya digunakan sebagai media. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memberi makan pada cacing tanah, antara lain:
                * Makanan harus diberikan dengan cara bubuk atau campuran lumpur.
                * Tingkat pakan bubur yang ditaburkan di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dari peti mati mantan ditaburi pakan.
                * Makanan ditutupi dengan plastik, karung, atau bahan lain yang tidak buram.
                * Memberi makan dan seterusnya, ketika umpan sebelumnya yang tersisa, biarkan terganggu dan mengurangi jumlah makanan yang diberikan.
                * Haluskan makanan akan diberikan pada cacing tanah memiliki rasio 1:1 air.
         2. Penggantian Media
            Media yang sudah menjadi tanah / kascing atau yang memiliki banyak telur (kokon) harus diganti. Cacing begitu cepat tumbuh, kemudian telur, anak dan orang tua dipisahkan dan ditanam di media baru. Rata-rata penggantian media yang akan dilakukan dalam waktu 2 minggu.
         3. Proses kelahiran
            Sarang bahan bangunan untuk media adalah: kotoran haiwan, daun / buah, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas akhbar / kardus / kayu busuk / bubur kayu. Bahan yang tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, terganggu dan ditambah air kemudian diaduk kembali. Campur semua bahan dan disatukan dengan rasio ternak peratusan kotaran 70:30 ditambah air yang cukup untuk tetap lembab.

G. HAMA DAN PENYAKIT

Triumph dari cacing tanah peternakan tidak lepas dari kawalan terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah adalah: semut, kumbang, burung, kelabang, kaki seribu, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, bebek, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain. Musuh juga takut bahwa semut merah makan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Meskipun kedua diperlukan untuk penggemukan cacing tanah bahan. Pencegahan serangan yang dilakukan oleh semut merah di sekitar bekas pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.

H. PANEN

Dalam meningkatkan cacing tanah ada dua keputusan penting (utama) yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (cacing mantan). Reap cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan menggunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau lampu. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian media. Kemudian kita cacing tanah hidup dipisahkan oleh media. Ada cara yang lebih ekonomis menuai dengan membalik sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya mudah untuk berkumpul dan cacing dikumpulkan, kemudian bersarang di belakang mundur dan memisahkan cacing yang tersisa. Jika pada saat panen telah melihat kokon (telur koleksi), lalu kembali ke sarang asli bekas dan diberi makan sampai sekitar 30 hari. Pada waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke dalam pemeliharaan kascingnya mantan baru dan siap untuk menuai.


================================================================
Masih bingung bagaimana cara budidayanya, kami memberikan kursus dan pelatihannya serta menyediakan bibit cacingnya hubungi saya di : 085228889824, 0274-9260031

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar